Syariat Islam memberikan kemudahan bagi umatnya dalam beribadah. Jika seorang muslim lupa mengenai jumlah rakaat sholat yang ia kerjakan, tidak perlu mengulangi sholat melainkan cukup melakukan sujud sahwi.Mengutip buku Fiqhul Islam wa Adillathuhu Jilid 2 yang disusun oleh Wahbah Az-Zuhaili, sujud sahwi dapat dilakukan dengan tujuan untuk menambal kekurangan tanpa harus mengulangi sholat, karena meninggalkan perkara yang bukan asasi atau menambahkan sesuatu dalam sholat. Perlu dicatat, sujud sahwi tidak disyariatkan jika ada unsur kesengajaan di dalamnya.Hal ini sebagaimana diriwatkan oleh Imam ath-Thabrani dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha,مَنْ سَهَا قَبْلَ التَّمَامِ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ"Siapa saja yang lupa sebelum selesai sholat, maka pada akhir sholat sebelum salam disyariatkan untuk sujud dua kali."Baca juga: Doa Sujud Sahwi Lengkap dengan Waktu Pengerjaan dan Tata CaranyaBacaan Sujud SahwiDikutip dari sumber sebelumnya, menurut sebagian ulama Syafi'iyyah, di dalam sujud sahwi disunnahkan untuk membaca doa berikut:سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوSubḥāna man lā yanāmu wa lā yashūArtinya: "Maha Suci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa."Namun, sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa bacaan sujud sahwi sama saja dengan bacaan sujud dalam sholat pada umumnya, seperti:سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِSubhaana rabbiyal a'laa wa bihamdihArtinya: "Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya"atauسُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَىSubhaana rabbiyal a'laaArtinya: "Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi"atauسُبُّوحٌ قُدُّوسٌ، رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِSubbuhun quddusun, rabbul malaa-ikati war ruuhArtinya: "Maha Suci, Maha Qudus (Maha Mulia), Rabbnya para Malaikat dan Ruh"atauسُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيSubhanakallahumma rabbana wa bihamdika, allahummaghfirliiArtinya: "Maha Suci Engkau Ya Allah, Wahai Rabb kami, dan dengan memuji-Mu Ya Allah, berilah ampunan untukku".Tata Cara Sujud Sahwi saat Lupa Rakaat SholatMasih mengutip sumber sebelumnya, menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri, Rasulullah saw. bersabda,إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلَاتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ"Jika salah seorang kalian bimbang dalam sholat, dan tidak tahu sudah sholat tiga atau empat rakaat maka buanglah kebimbangan itu, dan ambillah yang yakin. Kemudian di akhir sholat melakukan sujud sahwi dua kali sebelum salam. Jika ternyata sholatnya lima rakaat maka sujud itu menggenapkan sholatnya, namun jika sholatnya sudah genap empat rakaat maka sujud sahwi itu membuat setan marah." (HR Muslim)Menurut Mazhab Syafi'i, sujud sahwi dilakukan sebanyak dua kali sujud seperti halnya sujud dalam sholat. Gerakan yang dilakukan sama seperti sujud sholat, seperti menempelkan dahi, thuma'ninah, duduk tawarruk saat duduk di antara dua sujud, dan diakhiri dengan duduk iftirasy.Waktu Pelaksanaan Sujud SahwiUlama Syafi'iyyah dalam qaul jadidnya berkata, sujud sahwi itu dilakukan antara tasyahud dan salam. Jika seseorang telah sengaja salam (mengakhiri sholat), maka menurut pendapat yang lebih shahih waktu sujud sahwi itu sudah lewat.Jika ia salam karena melakukan lupa sujud sahwi dan jaraknya sudah lama saat ia mengingatnya maka pelaksanaan sujud sahwi sudah lewat. Namun jika jaraknya belum lama, maka disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi.Dan jika melakukan sujud sahwi, maka ia dianggap kembali melakukan sholat (menurut pendapat yang lebih shahih). Maka perlu mengakhirinya lagi dengan salam sebagaimana mengakhiri sholat.Baca juga: Panduan Sujud Sahwi: Penyebab, Cara Mengerjakan dan Doa yang Dibaca