Bisnis Sepeda Ratusan Juta Berdarah-darah! Disapu Tren Padel

Bisnis Sepeda Ratusan Juta Berdarah-darah! Disapu Tren Padel

igo2025/08/09 06:00:53 WIB
Foto: Ignacio Geordi Oswaldo

Bisnis sepeda mewah ratusan juta rupiah ikut ambruk bersama memudarnya tren gowes. Toko-toko mulai tutup, stok menumpuk, dan diskon gila-gilaan tak mampu melawan tren baru bernama padel.Runtuhnya penjualan sepeda dalam negeri hingga banyaknya toko yang gulung tikar ini dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo. Ia mengatakan sejak tren gowes memudar pada 2021 hingga sekarang, secara umum penjualan sepeda di Indonesia jatuh hingga 70%."Sebenarnya tahun paling berat itu tahun kemarin sama tahun ini. Volumenya luar biasa turun jauh. Kalau dihitung mulai dari tahun 2021, turunnya sudah 70%. Kan tren bersepeda itu naik tinggi pas pandemi, 2020 itu, dari situ sudah turun hingga 70%," kata Eko kepada detikcom, Jumat (8/8/2025).Baca juga: Tren Gowes Rontok! Sepeda Ratusan Juta Tak Laku, Toko BerguguranSehingga bukan suatu yang mengherankan jika banyak penjual sepeda pada akhirnya tidak bisa bertahan karena kurang pembeli. Bahkan menurutnya kondisi ini tidak hanya membuat banyak toko sepeda tutup, namun juga berdampak pada para importir hingga pabrik-pabrik sepeda dalam negeri.Lebih lanjut Eko mengatakan kondisi penurunan tren gowes ini paling berdampak ke toko-toko dan importir sepeda kelas atas alias branded yang dibanderol bisa sampai ratusan juta itu. Sebab sepeda-sepeda mewah ini biasanya dibeli sebagai salah satu tren 'gaya hidup', yang kini sudah tidak ngetren lagi."Sepeda itu kemarin kan ramai yang untuk barang branded karena lifestyle. Pada saat lifestyle itu berubah, yang paling berdekatan itu kayak lari, pada saat mereka sudah seneng sepeda terus mereka pindah lari, ya sudah tren sepedanya turun. Penjualan tuh efek sekali," papar Eko."Nah sekarang ini padel (sedang tren), ya habis sudah. Efek karena budget mereka juga terbatas, mereka akan memilih prioritas mana yang lagi tren dan mereka mau ikutin," jelasnya lagi.

Klik untuk melihat komentar
Lihat komentar
Artikel Lainnya