Tangis Pilu Ibunda Prada Lucky: Beta Punya Kebanggaan Tak Ada Lagi

Tangis Pilu Ibunda Prada Lucky: Beta Punya Kebanggaan Tak Ada Lagi

idh2025/08/08 11:31:18 WIB
Foto: Suasana penjemputan jenazah Prada Lucky Chepril Saputra Namo di Bandara El Tari Kupang, NTT, Kamis (7/8/2025). (Foto: Yufengki Bria/detikBali)

Kedatangan jenazah Prada Lucky Chepril Saputra Namo di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) disambut histeris oleh keluarga. Ibunda Lucky, Sepriana Paulina Mirpey, tak kuasa menahan tangisnya."Aduh bapak e, beta (saya) hancur bapak. Beta punya kebanggaan sonde (tidak) ada lagi," kata ibunda Lucky, Sepriana Paulina Mirpey, histeris di Bandara El Tari Kupang, dilansir detikBali, Kamis (7/8/2025).Baca juga: Serma Christian Ayah Prada Lucky Minta Pembunuh Anaknya Dihukum MatiKetua RW 06, Kelurahan Kuanino, Letda Agapito Xaverius Freitas, terlihat berupaya merangkul Sepriana dan menenangkan ibu Lucky itu. Sementara itu, ayah Lucky, Serma Christian Namo, tampak tak terima dengan peristiwa yang membuat nyawa anaknya melayang.Seperti diketahui, Prada Lucky tewas setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (6/8/2025). Lucky meninggal diduga akibat dianiaya senior sesama prajurit TNI.Baca juga: 4 Prajurit TNI Diduga Penganiaya Prada Lucky hingga Tewas Ditangkap!Christian Namo berharap para pelaku yang menyiksa anak lanangnya itu mendapatkan balasannya. Ia menyebut rela mempertaruhkan nyawa demi mendapat keadilan untuk mendiang Lucky."Mereka akan dapat dia punya balasan. Manusia yang siksa dia akan lebih sengsara dari Lucky. Beta pertaruhkan beta punya nyawa untuk dia," teriak Christian."Tanda kata saya, kalau tidak ada keadilan, bosong (kalian) lihat saja. Saya ini tentara juga," imbuh Christian yang juga anggota TNI di Kodim 1627 Rote Ndao.Baca selengkapnya di siniSimak juga Video: Amarah Ayah Prada Lucky, Minta Penyiksa Anaknya Dihukum Mati

[Gambas:Video 20detik]

Klik untuk melihat komentar
Lihat komentar
Artikel Lainnya