7 Fakta Viral Rombongan Berbusana Putih Ritual di Puncak Lawu

7 Fakta Viral Rombongan Berbusana Putih Ritual di Puncak Lawu

dil2025/07/15 10:56:39 WIB
Sejumlah orang berbusana serba putih mengelilingi tugu di puncak Gunung Lawu Hargo Dumilah, Jumat (11/7/2025). Foto: Dok. Pendaki Gunung Lawu, Danang Pratama

Video rombongan berpakaian serba putih di puncak Gunung Lawu menjadi viral di media sosial. Ternyata rombongan itu dari Nahdlatul Ulama (NU) Purwodadi, Jawa Tengah. Berikut fakta-faktanya.Mendaki Lewat Jalur Cemoro SewuDilansir detikJatim, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa membenarkan bahwa video tersebut terjadi di puncak Lawu."Betul, kita sudah cek video yang viral tersebut lokasi memang benar di puncak Gunung Lawu. Kita sudah konfirmasi ke pihak pengelola dan Perhutani KPH Lawu," kata Erik saat dimintai konfirmasi, Senin (14/7/2025).Erik mengatakan, rombongan tersebut mendaki lewat jalur Cemoro Sewu pada Kamis (10/7) dan melakukan ritual pada Jumat (11/7).Rombongan NU PurwodadiErik menjelaskan, rombongan tersebut dari ormas keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) Purwodadi, Jawa Tengah."Rombongan dari kelompok Nahdlatul ulama (NU) Purwodadi Jateng. Mereka ada sekitar 100 orang yang mendaki," kata Erik.Baca juga: Heboh Rombongan NU Purwodadi Ritual Suro di Puncak LawuZiarah Sunan Lawu Tiap 11 SuroErik menerangkan, rombongan tersebut juga berziarah ke Sunan Lawu setiap tanggal 11 Suro. Mereka telah melakukannya sebanyak 14 kali."Mereka memang sedang ritual di bulan Suro dengan mendaki di puncak Gunung Lawu. Mereka dari Purwodadi Jawa Tengah," ujarnya.Mengaji dan TawasulanErik juga menegaskan bahwa rombongan tersebut bukanlah kelompok aliran sesat. Sebab, pembacaan yang dilakukan tidak keluar dari syariat Islam."Bukan kelompok sesat. Mereka berdoa yang diucapkan mengaji dan tawasulan," tandas Erik.Cerita Pendaki Tunggu Ritual SelesaiDiberitakan detikJateng sebelumnya, dalam video yang beredar, terlihat puluhan orang berpakaian serba putih sedang duduk mengitari tugu puncak Gunung Lawu, Hargo Dumilah. Sejumlah pendaki yang tiba di puncak Lawu menyaksikan kegiatan itu sampai selesai.Salah satu pendaki yang menyaksikan kegiatan itu, Danang Pratama (17) mengatakan aktivitas rombongan di puncak Lawu itu terjadi pada Jumat (11/7) sekira pukul 09.30 sampai 12.30 WIB."Saya baru sampai puncak, terus (orang-orang) yang memakai baju putih sudah siap-siap di puncak. Kita (pendaki) mengalah, dan menunggu agak di bawah," kata Danang, pendaki asal Kebumen, Jawa Tengah, saat dihubungi detikJateng, Senin (14/7/2025).Danang mengatakan, rombongan yang mengikuti kegiatan tersebut terbilang cukup banyak. Dia bilang ada laki-laki dan perempuan, dari anak-anak hingga orang tua."Sekitar 50 orang ada, mungkin. Soalnya dari semua kalangan, ada anak-anak, remaja, bapak-bapak, sampai yang sudah sepuh juga ada, tapi belum sepuh banget," ucapnya.Danang berangkat mendaki dari Cemoro Sewu pada Jumat sekira pukul 02.30 WIB. Saat di pos, Danang mengaku tidak bertemu rombongan orang yang melakukan ritual tersebut.Baca juga: Jokowi Curiga Ada Agenda Besar di Balik Isu Ijazah Palsu-Pemakzulan GibranDiminta Lewat Belakang JemaahMenurut dia, momen ritual rombongan itu menjadi pengalaman yang luar biasa bagi dirinya beserta teman-temannya yang mendaki Gunung Lawu."Saya baru sekali ini di Gunung Lawu, langsung melihat itu. Awalnya kaget, lama-lama biasa. Sempat ada yang berinteraksi, karena ada pendaki yang mondar-mandir. Ada satu bapak-bapak yang bilang 'kalau mau muter-muter lewat belakang para jemaah'," kata Danang."Saya sempat tanya kepada yang ibu-ibu. Saya tanya, bu ini ada acara apa. Dijawab ini lagi acara 15 Suronan," sambungnya.Meski aktivitasnya menikmati puncak Gunung Lawu harus tertunda beberapa jam karena menunggu kegiatan tersebut selesai, Danang mengaku tidak mempersoalkan. Dia juga merekam kegiatan itu dan diunggah di akun TikTok pribadinya."Setelah kegiatan itu mereka ada yang langsung turun, ada yang sempat foto-foto dulu," ucapnya.Respons Dinas Pariwisata KaranganyarKepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Hari Purnomo mengatakan rombongan jemaah itu naik ke Puncak Lawu pada Kamis (10/7) via Pos Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur."Katanya dari bawah itu pakaian biasa, pakaian pendakian. Saat di atas, kegiatan yang dilakukan kelompok itu kita kurang memantau. Saya juga kurang tahu (kegiatannya apa)," kata Hari saat dihubungi wartawan, Senin (14/7).Hari mengatakan pihaknya masih mencari informasi terkait kegiatan tersebut. Dia juga baru tahu adanya kegiatan ritual tersebut di Puncak Gunung Lawu. Menurut dia, Gunung Lawu adalah tempat pendakian, sehingga tidak ada tempat khusus untuk melakukan suatu ritual."Kalau orang melakukan ritual sesuai kepercayaan mereka bisa di mana saja. Kalau kita kan menyiapkan tempat untuk pendakian. Teman-teman dari Cemoro Kandang, Cemoro Sewu, Cetho untuk lebih berhati-hati kepada kelompok yang mungkin agak mencurigakan, agar memberikan pengertian. Kalau mau melakukan ibadah di tempatnya sendiri, bukan di tempat umum," pungkasnya.

Klik untuk melihat komentar
Lihat komentar
Artikel Lainnya