Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada enam bulan pertama. Namun, dalam kondisi tertentu, ibu menyusui mungkin perlu memompa dan menyimpan ASI agar tetap bisa diberikan ke si kecil.Salah satu penyimpanan ASI yang umum adalah dengan menggunakan Freezer. Tapi, seberapa lama ASI bisa disimpan di dalam freezer?Berapa Lama ASI Bisa Disimpan di Freezer?Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut anjuran batas aman penyimpanan ASI di Freezer:Freezer dengan lemari es pintu 1 (-15°C): 2 MingguFreezer dengan lemari es 2 pintu (-18°C): 3-6 bulanFreezer dengan pintu di atas (-20 °C): 6-12 bulanASI juga bisa disimpan di lemari es dan suhu ruang, dengan ketentuan sebagai berikut:Meja (suhu ruang max 25 °C): 6-8 jamLemari es (4°C): 5 hariSementara itu, dikutip dari laman Health Children, dokter anak di Pediatric Associates of NYC dan NYU di Langone Medical Center, Dina Dimaggio, MD, FAAO memaparkan penyimpanan ASI di dalam Freezer menurut Panduan dari American Academy of Pediatric (AAP)Freezer (-18°C) atau lebih dingin: Hingga 9 bulanFreezer dalam (-20°C) atau lebih dingin: Hingga 12 bulanUntuk penyimpanan di suhu ruang dan lemari es, aturannya sebagai berikut:Meja atau suhu ruang (25 °C): 4 jam atau 6-8 jam jika diperah dengan sangat bersihLemari Es (4°C): 4 hari"Simpan ASI dalam wadah kecil, idealnya 50-110 ml untuk mencegah pemborosan," kata Dina dalam tulisannya.Jika ASI berbau anyir karena kandungan lipase (enzim pemecah lemak) tinggi, setelah diperah, hangatkan ASI sampai muncul gelembung pada bagian tepi (jangan sampai mendidih), lalu, segera didinginkan dan dibekukan. Hal ini bisa menghentikan aktivitas lipase pada ASI.Cara Menghangatkan ASI dari FreezerSetelah mengeluarkan ASI dari freezer, lakukan cara berikut untuk menghangatkan ASI sebelum memberikannya ke bayi:Masukkan botol atau kantong ASI ke dalam kulkas pada suhu 4°C semalamanTempatkan wadah penyimpanan asi pada air hangat yang mengalir atau mangkuk berisi air hangatUsahakan jangan sampai air hangat pada mangkuk menyentuh bibir wadah penyimpanan ASITidak disarankan untuk memanaskan ASI dalam microwave atau kompor, karena berisiko melukai bayi dengan susu panas dan menghancurkan antibodi yang terkandung di dalam ASIASI yang paling lama disimpan yang pertama diberikan (first in first out)Sebelum diberikan kepada bayi, kocok wadah penyimpanan ASI dengan lembut agar panas terdistribusi merataSisa ASI pada wadah yang tidak dihabiskan saat menyusui tidak boleh digunakan ulang dan tidak dianjurkan untuk membekukan ASI kembali setelah dicairkan dan dihangatkan.Sebagai informasi, ASI yang telah dihangatkan terkadang terasa seperti sabun karena hancurnya komponen lemak. Dalam kondisi ini ASI masih aman dikonsumsi.